Sunnahnya bergaul dengaan ahlu ilmi
حَدَّثَنَا أَبُو بَكْرِ بْنُ أَبِي شَيْبَةَ حَدَّثَنَا سُفْيَانُ بْنُ عُيَيْنَةَ عَنْ بُرَيْدِ بْنِ عَبْدِ اللَّهِ عَنْ جَدِّهِ عَنْ أَبِي مُوسَى عَنْ النَّبِيِّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ ح و حَدَّثَنَا مُحَمَّدُ بْنُ الْعَلَاءِ الْهَمْدَانِيُّ وَاللَّفْظُ لَهُ حَدَّثَنَا أَبُو أُسَامَةَ عَنْ بُرَيْدٍ عَنْ أَبِي بُرْدَةَ عَنْ أَبِي مُوسَى عَنْ النَّبِيِّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ إِنَّمَا مَثَلُ الْجَلِيسِ الصَّالِحِ وَالْجَلِيسِ السَّوْءِ كَحَامِلِ الْمِسْكِ وَنَافِخِ الْكِيرِ فَحَامِلُ الْمِسْكِ إِمَّا أَنْ يُحْذِيَكَ وَإِمَّا أَنْ تَبْتَاعَ مِنْهُ وَإِمَّا أَنْ تَجِدَ مِنْهُ رِيحًا طَيِّبَةً وَنَافِخُ الْكِيرِ إِمَّا أَنْ يُحْرِقَ ثِيَابَكَ وَإِمَّا أَنْ تَجِدَ رِيحًا خَبِيثَةً
Telah menceritakan kepada kami Abu Bakr bin Abu Syaibah: Telah menceritakan kepada kami Sufyan bin 'Uyainah dari Buraid bin 'Abdullah dari Kakeknya dari Abu Musa dari Nabi shallallahu 'alaihi wa sallam: Demikian juga diriwayatkan dari jalur lainnya, Dan telah menceritakan kepada kami Muhammad bin Al A'laa Al Mahdani dan lafazh ini miliknya: Telah menceritakan kepada kami Abu Usamah dari Buraid dari Abu Burdah dari Abu Musa dari Nabi shallallahu 'alaihi wa sallam beliau bersabda: "Sesungguhnya perumpamaan teman dekat yang baik dan teman dekat yang buruk adalah seperti penjual minyak wangi dan tukang pandai besi. Seorang penjual minyak wangi terkadang mengoleskan wanginya kepada kamu dan terkadang kamu membelinya sebagian atau kamu dapat mencium semerbak harumnya minyak wangi itu. Sementara tukang pandai besi adakalanya ia membakar pakaian kamu ataupun kamu akan menciumi baunya yang tidak sedap."
Takhrij Hadis:
al-Bukhārī Dalam Ṣaḥīḥ al-Bukhārī, 4/323, Kitāb al-Buyū‘, Bāb al-Jalīs aṣ-Ṣāliḥ, No. 5534.
MuslimDalam Ṣaḥīḥ Muslim, 4/2026, Kitāb al-Birr waṣ-Ṣilah, No. 2628.
at-Tirmiẓī,Dalam Sunan at-Tirmiẓī, 4/575,Kitāb al-Amthāl,No. 2005.
an-Nasā’ī (al-Kubrā) Dalam as-Sunan al-Kubrā, 6/249, Kitāb al-Buyū‘,No. 11213.
Aḥmad bin Ḥanbal Dalam Musnad Aḥmad, 30/268,al-Musnad ‘an Abī Mūsā al-Ash‘arī,No. 19557–19558.
. al-Ṭabarānī Dalam al-Mu‘jam al-Kabīr, 11/185.
al-Bayhaqi Dalam as-Sunan al-Kubrā, 10/316.
Kandungan Hadis:
Pentingnya memilih teman karena pengaruhnya sangat besar pada agama dan akhlak.
Teman baik seperti penjual minyak wangi:
Bisa memberi manfaat langsung.
Bisa kamu ambil sebagian manfaatnya.
Minimal memberi pengaruh yang menyenangkan.
Teman buruk seperti pandai besi:
Bisa merusak (seperti membakar pakaian).
Minimal memberi pengaruh buruk.
Anjuran bergaul dengan orang saleh dan ahli ilmu, karena mereka membawa kebaikan.
Larangan bergaul dengan orang buruk akhlaknya, karena akan menimbulkan kerusakan.
Lingkungan menentukan kualitas iman dan perilaku.

0 komentar:
Posting Komentar