Selasa, 04 November 2025

hadis ke 37 Kedudukan orang yang menuntut Ilmu

 Kedudukan orang yang menuntut Ilmu


 
حَدَّثَنَا مُسَدَّدُ بْنُ مُسَرْهَدٍ حَدَّثَنَا عَبْدُ اللَّهِ بْنُ دَاوُدَ سَمِعْتُ عَاصِمَ بْنَ رَجَاءِ بْنِ حَيْوَةَ يُحَدِّثُ عَنْ دَاوُدَ بْنِ جَمِيلٍ عَنْ كَثِيرِ بْنِ قَيْسٍ قَالَ كُنْتُ جَالِسًا مَعَ أَبِي الدَّرْدَاءِ فِي مَسْجِدِ دِمَشْقَ فَجَاءَهُ رَجُل فَقَالَ يَا أَبَا الدَّرْدَاءِ إِنِّي جِئْتُكَ مِنْ مَدِينَةِ الرَّسُولِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ لِحَدِيثٍ بَلَغَنِي أَنَّكَ تُحَدِّثُهُ عَنْ رَسُولِ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ مَا جِئْتُ لِحَاجَةٍ قَالَ فَإِنِّي سَمِعْتُ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يَقُولُ مَنْ سَلَكَ طَرِيقًا يَطْلُبُ فِيهِ عِلْمًا سَلَكَ اللَّهُ بِهِ طَرِيقًا مِنْ طُرُقِ الْجَنَّةِ وَإِنَّ الْمَلَائِكَةَ لَتَضَعُ أَجْنِحَتَهَا رِضًا لِطَالِبِ الْعِلْمِ وَإِنَّ الْعَالِمَ لَيَسْتَغْفِرُ لَهُ مَنْ فِي السَّمَوَاتِ وَمَنْ فِي الْأَرْضِ وَالْحِيتَانُ فِي جَوْفِ الْمَاءِ وَإِنَّ فَضْلَ الْعَالِمِ عَلَى الْعَابِدِ كَفَضْلِ الْقَمَرِ لَيْلَةَ الْبَدْرِ عَلَى سَائِرِ الْكَوَاكِبِ وَإِنَّ الْعُلَمَاءَ وَرَثَةُ الْأَنْبِيَاءِ وَإِنَّ الْأَنْبِيَاءَ لَمْ يُوَرِّثُوا دِينَارًا وَلَا دِرْهَمًا وَرَّثُوا الْعِلْمَ فَمَنْ أَخَذَهُ أَخَذَ بِحَظٍّ وَافِرٍ حَدَّثَنَا مُحَمَّدُ بْنُ الْوَزِيرِ الدِّمَشْقِيُّ حَدَّثَنَا الْوَلِيدُ قَالَ لَقِيتُ شَبِيبَ بْنَ شَيْبَةَ فَحَدَّثَنِي بِهِ عَنْ عُثْمَانَ بْنِ أَبِي سَوْدَةَ عَنْ أَبِي الدَّرْدَاءِ يَعْنِي عَنْ النَّبِيِّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ بِمَعْنَاه


Telah menceritakan kepada kami Musaddad bin Musarhad, telah menceritakan kepada kami Abdullah bin Daud, Aku mendengar 'Ashim bin Raja' bin Haiwah menceritakan dari Daud bin Jamil dari Katsir bin Qais, ia berkata, "Aku pernah duduk bersama Abu Ad Darda' di masjid Damaskus. Kemudian datanglah seseorang kepadanya seraya berkata, "Wahai Abu Ad Darda', sesungguhnya aku datang kepadamu dari kota Rasulullah karena sebuah hadis yang telah sampai kepadaku bahwa engkau pernah meriwayatkannya dari Rasulullah . Dan tidaklah aku datang melainkan untuk itu." Abu Ad Darda' lalu berkata, "Aku mendengar Rasulullah bersabda, "Barang siapa yang meniti jalan untuk menuntut ilmu, maka Allah akan mempermudah untuknya jalan menuju surga. Sesungguhnya para Malaikat merendahkan sayap-sayapnya sebagai keridhaan kepada penuntut ilmu. Orang yang berilmu akan dimintakan maaf oleh penduduk langit dan bumi, sampai pun ikan yang ada di dasar laut. Keutamaan seorang yang berilmu dibanding ahli ibadah seperti keutamaan rembulan pada malam purnama terhadap seluruh bintang-bintang. Orang-orang berilmu adalah ahli waris para Nabi. Dan para Nabi tidak mewariskan dinar maupun dirham, namun yang mereka wariskan hanyalah ilmu. Barang siapa yang menuntutnya, maka ia telah mengambil bagian yang banyak." Telah menceritakan kepada kami Muhammad bin Al Wazir Ad Dimasyqi, telah menceritakan kepada kami Al Walid, ia berkata, Aku berjumpa dengan Syabib bin Syaibah, lalu ia menceritakannya kepadaku dari Utsman bin Abi Saudah dari Abu Ad Darda' dari Nabi ﷺ dengan maknanya.


Takhrij Hadis :

  1. Abu Dāwūd, Sunan Abī Dāwūd, Kitāb: al-‘Ilm (Kitab Ilmu), Bāb: al-Ḥath ‘alā Ṭalab al-‘Ilm (Anjuran untuk mencari ilmu),No. hadis 3641.
  2. At-Tirmiżī, Sunan at-Tirmiżī, Kitāb: al-‘Ilm, No. hadis 2682 (atau 2685 dalam sebagian penomoran), dengan lafaz yang hampir sama. at-Tirmiżī berkata: “Hadis hasan sahih.”
  3. Ibnu Mājah,Sunan Ibn Mājah, Muqaddimah (Pendahuluan), Bāb: Faḍl al-‘Ulamā’ wa al-Ḥath ‘alā Ṭalab al-‘Ilm, No. hadis 223.
  4. ad-Dārimī dalam Sunan ad-Dārimī (1/98) dan Ahmad bin Hanbal dalam Musnad Ahmad (5/196) dengan makna 


Kandungan Hadis:


  1. Keutamaan ilmu syar’i : Ilmu yang dimaksud adalah ilmu agama yang membimbing seorang mukallaf dalam ibadah, muamalah, dan mengenal Allah serta sifat-sifat-Nya. Ilmu ini menjadi warisan utama para nabi dan jalan menuju keridhaan Allah.
  2. Menuntut ilmu adalah jalan menuju surga: Siapa yang menempuh jalan untuk mencari ilmu, maka Allah akan memudahkan baginya jalan menuju surga. Ini menunjukkan bahwa usaha dalam menuntut ilmu memiliki nilai ibadah yang tinggi.
  3. Makhluk pun mendoakan para penuntut ilmu: Disebutkan bahwa ikan di laut dan makhluk lainnya memohon ampun bagi para ulama, karena manfaat ilmu mereka menjangkau seluruh ciptaan Allah, termasuk dalam menetapkan hukum halal dan haram serta menjaga kemaslahatan makhluk.
  4.  Ilmu adalah warisan para nabi, bukan harta: Nabi tidak mewariskan dinar atau dirham, tetapi ilmu. Maka siapa yang mengambil ilmu tersebut, ia telah mengambil bagian besar dari warisan kenabian dan memperoleh keberuntungan yang agung.
  5. Tingginya kedudukan penuntut ilmu di sisi Allah dan makhluk-Nya: Bahkan langit, bumi, dan makhluk yang tidak terlihat pun menunjukkan penghormatan kepada penuntut ilmu, baik secara hakiki maupun maknawi, seperti kemudahan, pertolongan, dan doa.
  6. Perjalanan demi ilmu adalah ibadah yang besar: Kisah seorang lelaki yang datang dari jauh hanya untuk mendengar satu hadis menunjukkan betapa besar nilai ilmu dan semangat yang harus dimiliki oleh penuntutnya.

0 komentar:

Posting Komentar

Contact

Motivasi Belajar

Menuntut ilmu adalah ibadah yang memuliakan seorang hamba; setiap usaha kecil dalam belajar adalah cahaya yang Allah jadikan sebagai jalan menuju kebaikan. Niatkan belajar karena-Nya, bersabar dalam proses, dan yakinlah bahwa Allah selalu bersama hamba yang bersungguh-sungguh sehingga ilmu yang dicari akan menjadi cahaya yang menerangi hidup.

Alamat:

JI, Aruji Kartawinata, Kp. Ciawitali, Tarogong Kidul Garut, Kab. Garut, Kode Pos, 44151.

Jam Buka:

Senin-Sabtu

No WhatsApp:

595 12 34 567

Cari Blog Ini

Diberdayakan oleh Blogger.