Selasa, 04 November 2025

hadis ke 31 Keutamaan Berilmu Saat Menunaikan Ibadah


Keutamaan Berilmu Saat Menunaikan Ibadah 


حَدَّثَنَا مَحْمُودُ بْنُ خِدَاشِ الْبَغْدَادِيُّ حَدَّثَنَا مُحَمَّدُ بْنُ يَزِيدَ الْوَاسِطِيُّ حَدَّثَنَا عَاصِمُ بْنُ رَجَاءِ بْنِ حَيْوَةَ عَنْ قَيْسِ بْنِ كَثِيرٍ قَالَ قَدِمَ رَجُلٌ مِنْ الْمَدِينَةِ عَلَى أَبِي الدَّرْدَاءِ وَهُوَ بِدِمَشْقَ فَقَالَ مَا أَقْدَمَكَ يَا أَخِي فَقَالَ حَدِيثٌ بَلَغَنِي أَنَّكَ تُحَدِّثُهُ عَنْ رَسُولِ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ أَمَا جِئْتَ لِحَاجَةٍ قَالَ لَا قَالَ أَمَا قَدِمْتَ لِتِجَارَةٍ قَالَ لَا قَالَ مَا جِئْتُ إِلَّا فِي طَلَبِ هَذَا الْحَدِيثِ قَالَ فَإِنِّي سَمِعْتُ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يَقُولُ مَنْ سَلَكَ طَرِيقًا يَبْتَغِي فِيهِ عِلْمًا سَلَكَ اللَّهُ بِهِ طَرِيقًا إِلَى الْجَنَّةِ وَإِنَّ الْمَلَائِكَةَ لَتَضَعُ أَجْنِحَتَهَا رِضَاء لِطَالِبِ الْعِلْمِ وَإِنَّ الْعَالِمَ لَيَسْتَغْفِرُ لَهُ مَنْ فِي السَّمَوَاتِ وَمَنْ فِي الْأَرْضِ حَتَّى الْحِيتَانُ فِي الْمَاءِ وَفَضْلُ الْعَالِمِ عَلَى الْعَابِدِ كَفَضْلِ الْقَمَرِ عَلَى سَائِرِ الْكَوَاكِبِ إِنَّ الْعُلَمَاءَ وَرَثَةُ الْأَنْبِيَاءِ إِنَّ الْأَنْبِيَاءَ لَمْ يُوَرِّثُوا دِينَارًا وَلَا دِرْهَمًا إِنَّمَا وَرَّثُوا الْعِلْمَ فَمَنْ أَخَذَ بِهِ أَخَذَ بِحَظِّ وَافِرٍ قَالَ أَبُو عِيسَى وَلَا نَعْرِفُ هَذَا الْحَدِيثَ إِلَّا مِنْ حَدِيثِ عَاصِمِ بْنِ رَجَاءِ بْنِ حَيْوَةَ وَلَيْسَ هُوَ عِنْدِي بِمُتَّصِلٍ هَكَذَا حَدَّثَنَا مَحْمُودُ بْنُ خِدَاشٍ هَذَا الْحَدِيثَ وَإِنَّمَا يُرْوَى هَذَا الْحَدِيثُ عَنْ عَاصِمِ بْنِ رَجَاءِ بْنِ حَيْوَةَ عَنْ دَاوُدَ بْنِ جَمِيلٍ عَنْ كَثِيرِ بْنِ قَيْسٍ عَنْ أَبِي الدَّرْدَاءِ عَنْ النَّبِيِّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسلمهَذَا أَصَحٌ مِنْ حَدِيثِ مَحْمُودِ بْنِ خِدَاشٍ وَرَأَيُّ مُحَمَّدِ بْنِ إِسْمَعِيلَ أَصَحُ

 

Telah menceritakan kepada kami Mahmud bin Khidasy Al Baghdadi, telah menceritakan kepada kami Muhammad bin Yazid Al Washiti, telah menceritakan kepada kami Ashim bin Raja bin Haiwah dari Qais bin Katsir ia berkata, Seseorang dari Madinah mendatangi Abu Darda di Damaskus, Abu Darda bertanya, "Apa yang membuatmu datang kemari wahai saudaraku?" Orang itu menjawab, "Satu hadits yang telah sampai kepadaku bahwa Anda menceritakannya dari Rasulullah ﷺ." Abu Darda bertanya, "Bukankah kau datang karena keperluan lain?" Orang itu menjawab, "Tidak." Abu Darda bertanya, "Bukankah kau datang untuk berniaga?" Orang itu menjawab, "Tidak, aku datang hanya untuk mencari hadits tersebut." Abu Darda berkata, "Aku mendengar Rasulullah bersabda, "Barang siapa menempuh jalan untuk mencari ilmu, maka Allah akan menuntunnya menuju surga dan para malaikat akan meletakkan sayap-sayapnya karena senang kepada pencari ilmu, sesungguhnya orang berilmu itu akan ampunan oleh (makhluk) yang berada di langit dan di bumi hingga ikan di air, keutamaan orang yang berlilmu atas ahli ibadah laksana keutamaan rembulan atas seluruh bintang, sesungguhnya ulama adalah ahli waris nabi dan para nabi tidak mewariskan dinar dan dirham, mereka hanya mewariskan siapa yang berarti ia telah mengambil bagian yang banyak." Abu Isa berkata, "Kami hanya mengetahui hadits ini kecuali dari hadits Ashim bin Raja bin Haiwah dan hadits ini menurutku tidak tersambung (sanadnya). Demikian Mahmud bin Khidasy menceritakan hadits ini kepada kami. hadits ini hanyadiriwayatkan dari Ashim bin Raja bin Haiwah dari Daud bin Jamil dari Katsir bin Qais Abu Darda Nabi .Hadits ini lebih shahih dari hadits Mahmud bin Khidasy dan pendapat Muhammad bin Isma'il ini lebih benar.


Takhrij Hadis :

  1. At-tirmidzi ,dalam Jami' at-Tirmidzi,Kitab al-‘Ilm – Bab maa jaa’a fi fadhl al-fiqh ‘ala al-‘ibadah,Halaman: 414,Nomor: 2682
  2. Ibn hibban ,dalam Sahih Ibn Hibban,Kitab al-‘Ilm Dhikr wasf al-‘ulamaa alladhina lahum al-fadhl alladhi dhakarnahu qabl,Juz: 1,Halaman: 289,Nomor: 88
  3.   Abi Dawud ,dalam Sunan Abi Dawud,Kitab al-‘Ilm – Bab fi fadhl al-‘ilm,Juz: 3,Halaman: 317,Nomor: 3641

Kandungan Hadis:


  1. Perjalanan Menuntut Ilmu Bernilai Ibadah, Niat yang ikhlas dan pengorbanan waktu serta tenaga dalam menuntut ilmu adalah bentuk pengabdian kepada Allah.
  2. Penuntut Ilmu Mendapat Penghormatan dari Malaikat,Malaikat meletakkan sayapnya sebagai bentuk keridhaan terhadap penuntut ilmu.Ini menandakan bahwa pencari ilmu berada dalam naungan dan dukungan makhluk langit.
  3.  Makhluk Langit dan Bumi Mendoakan Orang Berilmu. Bahkan ikan di laut memohon ampun untuk orang yang berilmu, menunjukkan bahwa ilmu membawa keberkahan bagi seluruh alam.Ilmu yang diamalkan berdampak luas, bukan hanya bagi individu tetapi juga masyarakat dan lingkungan.
  4. Ulama Lebih Mulia daripada Ahli Ibadah. Perbandingan ulama dengan bulan purnama dan ahli ibadah dengan bintang menunjukkan peran ulama sebagai penerang umat.Ulama tidak hanya beribadah, tetapi juga membimbing, mengajar, dan memperbaiki kondisi umat.
  5.  Ulama Adalah Pewaris Para Nabi,Para nabi tidak mewariskan harta, tetapi ilmu. Maka,ulama yang mewarisi ilmu tersebut adalah penerus misi kenabian.
  6. Menjadi ulama berarti memikul tanggung jawab besar dalam menjaga dan menyebarkan ajaran Islam.
  7.  Mengambil Ilmu Adalah Mengambil Warisan Terbesar.Siapa yang mengambil ilmu berarti ia telah mengambil bagian yang sangat besar dari warisan para nabi.


0 komentar:

Posting Komentar

Contact

Motivasi Belajar

Menuntut ilmu adalah ibadah yang memuliakan seorang hamba; setiap usaha kecil dalam belajar adalah cahaya yang Allah jadikan sebagai jalan menuju kebaikan. Niatkan belajar karena-Nya, bersabar dalam proses, dan yakinlah bahwa Allah selalu bersama hamba yang bersungguh-sungguh sehingga ilmu yang dicari akan menjadi cahaya yang menerangi hidup.

Alamat:

JI, Aruji Kartawinata, Kp. Ciawitali, Tarogong Kidul Garut, Kab. Garut, Kode Pos, 44151.

Jam Buka:

Senin-Sabtu

No WhatsApp:

595 12 34 567

Cari Blog Ini

Diberdayakan oleh Blogger.