حَدَّثَنَا مُسَدَّدٌ حَدَّثَنَا يَحْيَى عَنْ شُعْبَةَ حَدَّثَنِي عُمَرُ بْنُ سُلَيْمَانَ مِنْ وَلَدِ عُمَرَ بْنِ الْخَطَّابِ عَنْ عَبْدِالرَّحْمَنِ بْنِ أَبَانَ عَنْ أَبِيهِ عَنْ زَيْدِ بْنِ ثَابِتٍ قَالَ سَمِعْتُ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يَقُولُ نَضَّرَ اللَّهُ امْرَأَ سَمِعَ مِنَّا حَدِيثًا فَحَفِظَهُ حَتَّى يُبَلِّغَهُ فَرُبَّ حَامِلٍ فِقْهِ إِلَى مَنْ هُوَ أَفْقَهُ مِنْهُ وَرُبَّحَامِلٍ فِقْهِ لَيْسَ بِفَقِيهِ
Artinya: Telah menceritakan kepada kami Musaddad, ia
berkata: Telah menceritakan kepada kami Yahya, dari Syu'bah, ia berkata: Telah
menceritakan kepadaku Umar bin Sulaiman, dari putra Umar bin al-Khathab, dari
Abdurrahman bin Aban, dari Ayahnya, dari Zaid bin Tsabit, ia berkata: Aku
mendengar Rasulullah bersabda: "Semoga Allah memperindah orang yang
mendengar hadis dariku, lalu menghafalnya dan menyampaikannya kepada orang
lain. Berapa banyak orang menyampaikan ilmu kepada orang yang lebih berilmu
darinya, dan berapa banyak orang yang menyampaikan ilmu, namun ia tidak
memahaminya."
Takhrij Hadis:
- Abi Dawud ,dalam Sunan Abī Dāwūd, Kitāb al-‘Ilm – Bāb faḍl nashr al-‘ilm,Juz: 3, halaman: 322, hadis no: 3660
- At-Tirmidzi ,dalam Jāmi‘ at-Tirmiżī, Kitāb al-‘Ilm – Bāb mā jā’a fī al-ḥath ‘alā tablīgh as-samā‘, Juz: 4, halaman: 393, hadis no: 2656
- bn Majah ,dalam Sunan Ibn Mājah, Kitāb al-Muqaddimah – Bāb man ballagha ‘ilman,Juz: 1, halaman: 156, hadis no: 23
Kandungan Hadis:
- Menyampaikan ilmu adalah amal mulia yang mendapat doa khusus dari Nabi ﷺ.
- Seseorang tetap mendapat pahala meski belum faqih, selama ia menyampaikan ilmu dengan amanah.
- Akurasi dalam menyampaikan hadis membuka pintu pemahaman dan penggalian hukum.
- Menyederhanakan hadis secara berlebihan bisa menghambat pemahaman.
- Hadis ini mendorong umat Islam untuk mendalami ilmu, bukan sekadar menghafal. Ilmu adalah amanah yang harus disampaikan dengan niat ikhlas dan cara yang benar.

0 komentar:
Posting Komentar