Selasa, 04 November 2025

hadis ke 36 Anjuran Mencatat ilmu

 Anjuran Mencatat ilmu


 حَدَّثَنَا مُسَدَّدٌ وَأَبُو بَكْرِ بْنُ أَبِي شَيْبَةَ قَالَا حَدَّثَنَا يَحْيَى عَنْ عُبَيْدِ اللَّهِ بْنِ الْأَخْنَسِ عَنْ الْوَلِيدِ بْنِ عَبْدِ اللَّهِ بْنِ أَبِي مُغِيثٍ عَنْ يُوسُفَ بْنِ مَاهَكَ عَنْ عَبْدِ اللَّهِ بْنِ عَمْرٍو قَالَ كُنْتُ أَكْتُبُ كُلَّ شَيْءٍ أَسْمَعُه  مِنْ رَسُولِ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ أُرِيدُ حِفْظَهُ فَنَهَتْنِي قُرَيْشٌ وَقَالُوا أَتَكْتُبُ كُلَّ شَيْءٍ تَسْمَعُهُ وَرَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ بَشَرٌ يَتَكَلَّمُ فِي الْغَضَبِ وَالرِّضَا فَأَمْسَكْتُ عَنْ الْكِتَابِ فَذَكَرْتُ ذَلِكَ لِرَسُولِ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ فَأَوْمَأَ بِأُصْبُعِهِ إِلَى فِيهِ فَقَالَ اكْتُبْ فَوَالَّذِي نَفْسِي بِيَدِهِ مَا يَخْرُجُ مِنْهُ إِلَّا حَقٌّ 

Telah menceritakan kepada kami Musaddad dan Abu Bakr bin Abu Syaibah mereka berkata, telah menceritakan kepada kami Yahya dari 'Ubaidullah bin Al Akhnas dari Al Walid bin Abdullah bin Abu Mughits dari Yusuf bin Mahik dari Abdullah bin 'Amru ia berkata, "Aku menulis segala sesuatu yang aku dengar dari Rasulullah , agar aku bisa menghafalnya. Kemudian orang-orang Quraisy melarangku dan mereka berkata, 'Apakah engkau akan menulis segala sesuatu yang engkau dengar, sementara Rasulullah adalah seorang manusia yang berbicara dalam keadaan marah dan senang?' Aku pun tidak menulis lagi, kemudian hal itu aku ceritakan kepada Rasulullah . Beliau lalu berisyarat dengan meletakkan jarinya pada mulut, lalu bersabda, "Tulislah, demi jiwaku yang ada di tangan-Nya, tidaklah keluar darinya (mulut) kecuali kebenaran."

Takhrij Hadis:

  1.  Abi Dawud ,dalam Sunan Abī Dāwūd, Kitāb al-ʿIlm,bab fii kitab al ‘ilmi, no. 3646
  2. Ahmad,dalam  Musnad Aḥmad, jilid 2/162, no. 6510
  3.  Al-Dārimī,,Dalam Muqaddimah al-Sunan ,bab min ra’yi an yaktuba , no. 485

Kandungan Hadis:

  1. Penulisan hadis diperbolehkan dan dianjurkan oleh Nabi ﷺ, selama yang ditulis adalah ucapan beliau yang sah dan benar.
  2. Semua ucapan Nabi ﷺ adalah kebenaran, sehingga layak dijadikan sumber hukum dan pedoman hidup.
  3. Menulis ilmu adalah cara efektif untuk menjaganya, sebagaimana dilakukan oleh Abdullah bin Amr yang mencatat langsung dari Nabi ﷺ.
  4. Ilmu yang ditulis lebih terjaga dan lebih luas penyebarannya, terbukti dari banyaknya riwayat Abdullah bin Amr dibanding sahabat lain yang hanya mengandalkan hafalan.
  5.  Hadis ini menjadi landasan awal bagi kodifikasi ilmu hadis, dan menunjukkan pentingnya kombinasi antara hafalan dan tulisan dalam menjaga warisan keilmuan Islam. Semangat para sahabat dalam menjaga ilmu
  6. Ini menunjukkan kesungguhan sahabat dalam menjaga ilmu dan sunnah Rasulullah ﷺ. Kekhawatiran sebagian sahabat dan kaum Quraisy
  7. Hal ini menunjukkan adanya kehati-hatian dalam meriwayatkan dan menulis hadis.
  8. Dalil bolehnya menulis hadis.Hadis ini menjadi dasar bahwa menulis hadis diperbolehkan bahkan dianjurkan, bukan hanya menghafalnya.
  9. Menolak anggapan bahwa Nabi ﷺ melarang penulisan hadis secara mutlak.

0 komentar:

Posting Komentar

Contact

Motivasi Belajar

Menuntut ilmu adalah ibadah yang memuliakan seorang hamba; setiap usaha kecil dalam belajar adalah cahaya yang Allah jadikan sebagai jalan menuju kebaikan. Niatkan belajar karena-Nya, bersabar dalam proses, dan yakinlah bahwa Allah selalu bersama hamba yang bersungguh-sungguh sehingga ilmu yang dicari akan menjadi cahaya yang menerangi hidup.

Alamat:

JI, Aruji Kartawinata, Kp. Ciawitali, Tarogong Kidul Garut, Kab. Garut, Kode Pos, 44151.

Jam Buka:

Senin-Sabtu

No WhatsApp:

595 12 34 567

Cari Blog Ini

Diberdayakan oleh Blogger.