Siapa yang
mengeraskan suaranya dalam menyampaikan ilmu
حَدَّثَنَا أَبُو النُّعْمَانِ عَارِمُ بْنُ الْفَضْلِ قَالَ
حَدَّثَنَا أَبُو عَوَانَةَ عَنْ أَبِي بِشْرٍ عَنْ يُوسُفَ بْنِ مَاهَكَ عَنْ
عَبْدِ اللَّهِ بْنِ عَمْرٍو قَالَ تَخَلَّفَ عَنَّا النَّبِيُّ صَلَّى اللَّهُ
عَلَيْهِ وَسَلَّمَ فِي سَفْرَةٍ سَافَرْنَاهَا فَأَدْرَكَنَا وَقَدْ
أَرْهَقَتْنَا الصَّلَاةُ وَنَحْنُ نَتَوَضَّأُ فَجَعَلْنَا نَمْسَحُ عَلَى
أَرْجُلِنَا فَنَادَى بِأَعْلَى صَوْتِهِ وَيْلٌ لِلْأَعْقَابِ مِنْ النَّارِ
مَرَّتَيْنِ أَوْ ثَلَاثًا
Telah
menceritakan kepada kami Abu An Nu'man 'Arim bin Al Fadlal berkata: telah
menceritakan kepada kami Abu 'Awanah dari Abu Bisyir dari Yusuf bin Mahak dari
Abdullah bin 'Amru berkata:
Nabi shallallahu 'alaihi wa sallam pernah tertinggal dari kami dalam suatu perjalanan yang kami lakukan hingga Beliau mendapatkan kami sementara waktu shalat sudah hampir habis, kami berwudlu' dengan hanya mengusap kaki kami. Maka Nabi shallallahu 'alaihi wa sallam berseru dengan suara yang keras: "celakalah bagi tumit-tumit yang tidak basah akan masuk neraka." Beliau serukan hingga dua atau tiga kali.
Takhrij Hadis:
- Al-Bukhārī dalam Ṣaḥīḥ -nya (1/22) no. 60
- Muslim dalam Ṣaḥīḥ -nya (1/147, 1/148) no. 241
- Ibn Khuzaymah dalam Ṣaḥīḥ -nya (1/276) no. 161.
- Ibn Ḥibbān dalam Ṣaḥīḥ -nya (3/335) no. 1055.
- Al-Nasā’ī dalam al-Mujtabā (1/47) no. 111/2
- Al-Nasā’ī dalam al-Kubrā (1/127) no. 136
- Abū Dāwūd dalam Sunan -nya (1/36) no. 97.
- Al-Dārimī dalam Musnad -nya (1/551) no. 733.
- Ibn Mājah dalam Sunan -nya (1/286) no. 450.
- Al-Bayhaqī dalam Sunan al-Kubrā (1/68) no. 320
- Aḥmad bin Ḥanbal dalam Musnad -nya; (3/1457) no. 7030
Kandungan Hadis:
- Peringatan terhadap wudhu yang tidak sempurna. Rasulullah ﷺ memperingatkan dengan tegas bahwa tumit yang tidak terkena air saat wudhu bisa menjadi sebab masuk neraka.
- Wajib membasuh seluruh bagian yang diperintahkan. Tumit termasuk bagian kaki yang wajib dibasuh, bukan hanya diusap.
- Kesungguhan Nabi ﷺ dalam menyampaikan peringatan: Beliau menyampaikan peringatan ini dengan suara keras dan diulang beberapa kali, menunjukkan pentingnya masalah ini.
- Kesempurnaan wudhu sebagai syarat sahnya shalat : Wudhu yang tidak sempurna dapat membatalkan shalat, karena tidak memenuhi syarat sahnya.
- Pentingnya perhatian terhadap detail ibadah: Hadis ini mengajarkan agar kita tidak meremehkan bagian kecil dalam ibadah, karena bisa berdampak besar di akhirat.

0 komentar:
Posting Komentar