Sabtu, 29 November 2025

hadis ke 18 Siapa yang mengeraskan suaranya dalam menyampaikan ilmu

 

      Siapa yang mengeraskan suaranya dalam menyampaikan ilmu




 حَدَّثَنَا أَبُو النُّعْمَانِ عَارِمُ بْنُ الْفَضْلِ قَالَ حَدَّثَنَا أَبُو عَوَانَةَ عَنْ أَبِي بِشْرٍ عَنْ يُوسُفَ بْنِ مَاهَكَ عَنْ عَبْدِ اللَّهِ بْنِ عَمْرٍو قَالَ تَخَلَّفَ عَنَّا النَّبِيُّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ فِي سَفْرَةٍ سَافَرْنَاهَا فَأَدْرَكَنَا وَقَدْ أَرْهَقَتْنَا الصَّلَاةُ وَنَحْنُ نَتَوَضَّأُ فَجَعَلْنَا نَمْسَحُ عَلَى أَرْجُلِنَا فَنَادَى بِأَعْلَى صَوْتِهِ وَيْلٌ لِلْأَعْقَابِ مِنْ النَّارِ مَرَّتَيْنِ أَوْ ثَلَاثًا

 

Telah menceritakan kepada kami Abu An Nu'man 'Arim bin Al Fadlal berkata: telah menceritakan kepada kami Abu 'Awanah dari Abu Bisyir dari Yusuf bin Mahak dari Abdullah bin 'Amru berkata:

Nabi shallallahu 'alaihi wa sallam pernah tertinggal dari kami dalam suatu perjalanan yang kami lakukan hingga Beliau mendapatkan kami sementara waktu shalat sudah hampir habis, kami berwudlu' dengan hanya mengusap kaki kami. Maka Nabi shallallahu 'alaihi wa sallam berseru dengan suara yang keras: "celakalah bagi tumit-tumit yang tidak basah akan masuk neraka." Beliau serukan hingga dua atau tiga kali.

Takhrij Hadis:

  1.  Al-Bukhārī dalam Ṣaḥīḥ -nya (1/22) no. 60
  2.  Muslim dalam Ṣaḥīḥ -nya (1/147, 1/148) no. 241
  3. Ibn Khuzaymah dalam Ṣaḥīḥ -nya (1/276) no. 161.
  4. Ibn Ḥibbān dalam Ṣaḥīḥ -nya (3/335) no. 1055.
  5. Al-Nasā’ī dalam al-Mujtabā (1/47) no. 111/2
  6. Al-Nasā’ī dalam al-Kubrā (1/127) no. 136
  7. Abū Dāwūd dalam Sunan -nya (1/36) no. 97.
  8. Al-Dārimī dalam Musnad -nya (1/551) no. 733.
  9. Ibn Mājah dalam Sunan -nya (1/286) no. 450.
  10. Al-Bayhaqī dalam Sunan al-Kubrā (1/68) no. 320
  11. Aḥmad bin Ḥanbal dalam Musnad -nya; (3/1457) no. 7030

Kandungan Hadis:

  1. Peringatan terhadap wudhu yang tidak sempurna. Rasulullah memperingatkan dengan tegas bahwa tumit yang tidak terkena air saat wudhu bisa menjadi sebab masuk neraka.
  2. Wajib membasuh seluruh bagian yang diperintahkan. Tumit termasuk bagian kaki yang wajib dibasuh, bukan hanya diusap.
  3. Kesungguhan Nabi dalam menyampaikan peringatan: Beliau menyampaikan peringatan ini dengan suara keras dan diulang beberapa kali, menunjukkan pentingnya masalah ini.
  4. Kesempurnaan wudhu sebagai syarat sahnya shalat : Wudhu yang tidak sempurna dapat membatalkan shalat, karena tidak memenuhi syarat sahnya.
  5. Pentingnya perhatian terhadap detail ibadah: Hadis ini mengajarkan agar kita tidak meremehkan bagian kecil dalam ibadah, karena bisa berdampak besar di akhirat.

0 komentar:

Posting Komentar

Contact

Motivasi Belajar

Menuntut ilmu adalah ibadah yang memuliakan seorang hamba; setiap usaha kecil dalam belajar adalah cahaya yang Allah jadikan sebagai jalan menuju kebaikan. Niatkan belajar karena-Nya, bersabar dalam proses, dan yakinlah bahwa Allah selalu bersama hamba yang bersungguh-sungguh sehingga ilmu yang dicari akan menjadi cahaya yang menerangi hidup.

Alamat:

JI, Aruji Kartawinata, Kp. Ciawitali, Tarogong Kidul Garut, Kab. Garut, Kode Pos, 44151.

Jam Buka:

Senin-Sabtu

No WhatsApp:

595 12 34 567

Cari Blog Ini

Diberdayakan oleh Blogger.