Menyampaikan
ilmu dan Pelajaran di malam hari
حَدَّثَنَا
صَدَقَةُ أَخْبَرَنَا ابْنُ عُيَيْنَةَ عَنْ مَعْمَرٍ عَنْ الزُّهْرِيِّ عَنْ
هِنْدٍ عَنْ أُمِّ سَلَمَةَ وَعَمْرٍو وَيَحْيَى بْنِ سَعِيدٍ عَنْ الزُّهْرِيِّ
عَنْ هِنْدٍ عَنْ أُمِّ سَلَمَةَ قَالَتْ اسْتَيْقَظَ النَّبِيُّ صَلَّى اللَّهُ
عَلَيْهِ وَسَلَّمَ ذَاتَ لَيْلَةٍ فَقَالَ سُبْحَانَ اللَّهِ مَاذَا أُنْزِلَ
اللَّيْلَةَ مِنْ الْفِتَنِ وَمَاذَا فُتِحَ مِنْ الْخَزَائِنِ أَيْقِظُوا
صَوَاحِبَاتِ الْحُجَرِ فَرُبَّ كَاسِيَةٍ فِي الدُّنْيَا عَارِيَةٍ فِي
الْآخِرَةِ
Telah
menceritakan kepada kami Shadaqah telah mengabarkan kepada kami Ibnu 'Uyainah
dari Ma'mar dari Az Zuhri dari Hind dari Ummu Salamah. Dan 'Amru serta Yahya
bin Sa'id dari Az Zuhri dari Hind dari Ummu Salamah berkata:
"Pada
suatu malam Nabi shallallahu 'alaihi wa sallam terbangun lalu bersabda:
"Subhaanallah (Maha suci Allah), fitnah apakah yang diturunkan pada malam
ini? Dan apa yang dibuka dari dua perbendaharaan (Ramawi dan Parsi)? Bangunlah
wahai orang-orang yang ada di balik dinding (kamar-kamar), karena betapa banyak
orang hidup menikmati nikmat-nikmat dari Allah di dunia ini namun akan
telanjang nanti di akhirat (tidak mendapatkan kebaikan)."
Takhrij Hadis:
- Al-Bukhari dalam "Sahih"-nya: (1/34) no. 115
- Malik dalam "al-Muwatta'": (1/1340) no. 3385/699
- Ibn Hibban dalam "Sahih"-nya: (2/466) no. 691
- Al-Hakim dalam "al-Mustadrak": (4/508) no. 8647
- Al-Tirmidhi dalam "Jami'"-nya: (4/63) no. 2196
- Ahmad bin Hanbal dalam "Musnad"-nya: (12/6408) no. 27188
- Al-Humaydi dalam "Musnad"-nya: (1/306) no. 294
- Abu Ya'la dalam "Musnad"-nya: (12/421) no. 6988
- Abdur Razzaq dalam "Musannaf"-nya: (11/362) no. 20748
- Al-Tabarani dalam "al-Mu'jam al-Kabir": (23/355) no. 833
- al-Tabarani dalam "al-Mu'jam al-Awsat": (2/273) no. 1962
Kandungan
Hadis:
- Peringatan terhadap turunnya fitnah di malam hari: Rasulullah ﷺ terbangun dan mengungkapkan kekhawatiran atas fitnah besar yang turun pada malam itu.
- Terbukanya perbendaharaan Romawi dan Persia: Menandakan melimpahnya harta dan kekayaan dunia, yang bisa menjadi ujian bagi umat Islam.
- Seruan untuk bangun dan waspada: Beliau memanggil orang-orang di kamar agar bangkit dan tidak lalai, menunjukkan pentingnya kesadaran dan kesiapsiagaan terhadap ujian dunia.
- Ancaman bagi yang hanya menikmati dunia: Banyak orang yang menikmati nikmat dunia, namun tidak mendapatkan kebaikan di akhirat karena lalai dari ibadah dan amal.
- Pentingnya menjaga diri dari fitnah harta dan dunia: Hadis ini mengingatkan agar kita tidak terbuai oleh kenikmatan dunia, dan tetap fokus pada amal untuk akhirat.

0 komentar:
Posting Komentar