Membicarakan
ilmu sebelum tidur
حَدَّثَنَا سَعِيدُ بْنُ عُفَيْرٍ قَالَ حَدَّثَنِي اللَّيْثُ قَالَ
حَدَّثَنِي عَبْدُ الرَّحْمَنِ بْنُ خَالِدِ بْنِ مُسَافِرٍ عَنْ ابْنِ شِهَابٍ
عَنْ سَالِمٍ وَأَبِي بَكْرِ بْنِ سُلَيْمَانَ بْنِ أَبِي حَثْمَةَ أَنَّ عَبْدَ
اللَّهِ بْنَ عُمَرَ قَالَ صَلَّى بِنَا النَّبِيُّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ
وَسَلَّمَ الْعِشَاءَ فِي آخِرِ حَيَاتِهِ فَلَمَّا سَلَّمَ قَامَ فَقَالَ
أَرَأَيْتَكُمْ لَيْلَتَكُمْ هَذِهِ فَإِنَّ رَأْسَ مِائَةِ سَنَةٍ مِنْهَا لَا
يَبْقَى مِمَّنْ هُوَ عَلَى ظَهْرِ الْأَرْضِ أَحَدٌ
Telah
menceritakan kepada kami Sa'id bin 'Ufair berkata: telah menceritakan kepada
saya Al Laits berkata: telah menceritakan kepadaku 'Abdurrahman bin Khalid bin
Musafir dari Ibnu Syihab dari Salim dan Abu Bakar bin Sulaiman bin Abu Hatsmah
bahwa 'Abdullah bin 'Umar berkata:
"Nabi
shallallahu 'alaihi wa sallam shalat 'Isya bersama kami di akhir hayatnya.
Setelah selesai memberi salam beliau berdiri dan bersabda: "Tidakkah
kalian perhatikan malam kalian ini?. Sesungguhnya pada setiap penghujung
seratus tahun darinya tidak akan tersisa seorangpun dari muka bumi ini."
Takhrij Hadis:
- Al-Bukhari dalam "Sahih"-nya: (1/34) no. 116
- Muslim dalam "Sahih"-nya: (7/186) no. 2537
- bn Hibban dalam "Sahih"-nya: (7/256) no. 2989
- Al-Nasa'i dalam "al-Sunan al-Kubra": (5/374) no. 5840
- Abu Dawud dalam "Sunan"-nya: (4/219) no. 4348
- Al-Tirmidhi dalam "Jami'"-nya: (4/102) no. 2251
- Al-Bayhaqi dalam "Sunan al-Kubra": (1/453) no. 2167
- Ahmad bin Hanbal dalam "Musnad"-nya: (3/1213) no. 5721
- Abdur Razzaq dalam "Musannaf"-nya: (11/275) no. 20534
- Al-Tahawi dalam "Sharh Mushkil al-Athar": (1/348) no. 373 dan 374
- Al-Tabarani dalam "al-Mu'jam al-Kabir": (12/278) no. 13110
Kandungan Hadis:
- Disampaikan di akhir hayat Nabi ﷺ: Hadis ini diucapkan oleh Rasulullah ﷺ setelah shalat Isya menjelang wafatnya, menunjukkan pentingnya pesan yang disampaikan
- Peringatan tentang kefanaan manusia: Rasulullah ﷺ menyatakan bahwa dalam waktu 100 tahun dari malam itu, semua orang yang hidup saat itu tidak akan ada yang tersisa.
- Penegasan bahwa setiap generasi akan berlalu: Hadis ini menunjukkan bahwa usia manusia terbatas, dan setiap generasi akan digantikan oleh generasi berikutnya.
- Dorongan untuk memanfaatkan waktu dengan amal: Karena hidup ini singkat, hadis ini menjadi motivasi untuk memperbanyak amal dan mempersiapkan akhirat.
- Tanda kenabian dan kebenaran sabda Rasulullah ﷺ: Perkataan Nabi ﷺ terbukti benar, karena seluruh generasi yang hidup saat itu telah wafat dalam waktu 100 tahun, menjadi bukti kenabiannya.

0 komentar:
Posting Komentar