Larangan
Menuntut Ilmu untuk Meremehkan Orang Lain
حَدَّثَنَا مُحَمَّدُ بْنُ يَحْيَى حَدَّثَنَا ابْنُ
أَبِي مَرْيَمَ أَنْبَأَنَا يَحْيَى بْنُ أَيُّوبَ عَنْ ابْنِ جُرَيْجٍ عَنْ أَبِي
الزُّبَيْرِ عَنْ جَابِرِ بْنِ عَبْدِ اللَّهِ أَنَّ النَّبِيَّ صَلَّى اللَّهُ
عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ لَا تَعَلَّمُوا الْعِلْمَ لِتُبَاهُوا بِهِ
الْعُلَمَاءَ وَلَا لِتُمَارُوا بِهِ السُّفَهَاءَ وَلَا بِهِ الْمَجَالِسَ فَمَنْ
فَعَلَ ذَلِكَ فَالنَّارُ النَّارُ
Telah menceritakan kepada kami Muhammad bin Yahya
berkata, telah menceritakan kepada kami Ibnu Abu Maryam berkata, telah
memberitakan kepada kami Yahya bin Ayyub dari Ibnu Juraij dari Abu Zubair dari
Jabir bin Abdullah bahwa Nabi ﷺ bersabda, "Janganlah kalian
mempelajari ilmu untuk mendebat para ulama, meremehkan orang-orang bodoh dan
menghiasi majelis. Barang siapa melakukan hal itu, maka baginya neraka, baginya
neraka."
Takhrij Hadis:
- Ibn Ḥibbān dalam Ṣaḥīḥ -nya (1/278) no. 77.
- Al-Ḥākim dalam al-Mustadrak (1/86) no. 289 dan 290.
- Ibn Mājah dalam Sunan -nya (1/170) no. 254.
Kandungan Hadis:
- Larangan Menuntut Ilmu dengan Niat Meremehkan Orang Lain. Ilmu tidak boleh digunakan untuk menyombongkan diri atau merendahkan orang yang belum tahu.
- Larangan Menuntut Ilmu untuk Berdebat dengan Ulama. Tujuan menuntut ilmu bukan untuk mencari kemenangan dalam perdebatan, apalagi dengan orang yang lebih berilmu.
- Larangan Menuntut Ilmu demi Popularitas. Menuntut ilmu hanya untuk mencari perhatian atau pujian manusia adalah niat yang tercela.
- Ancaman Masuk Neraka. Siapa pun yang menuntut ilmu dengan niat buruk seperti di atas, diancam akan masuk neraka.
- Pentingnya Keikhlasan. Hadis ini menekankan bahwa *niat yang ikhlas karena Allah* adalah syarat utama dalam menuntut ilmu.

0 komentar:
Posting Komentar