Kamis, 06 November 2025

Hadis ke 26 Amanah Menyampaikan Ilmu Bagi Yang Tidak Hadir

Amanah Menyampaikan Ilmu Bagi Yang Tidak Hadir


حَدَّثَنَا مُحَمَّدُ بْنُ بَشَّارٍ حَدَّثَنَا يَحْيَى بْنُ سَعِيدٍ الْقَطَّانُ أَمْلَاهُ حَدَّثَنَا قُرَّةُ بْنُ خَالِدٍ حَدَّثَنَا مُحَمَّدُ بْنُ سِيرِينَ عَنْ عَبْدِ الرَّحْمَنِ بْنِ أَبِي بَكْرَةَ عَنْ أَبِيهِ وَعَنْ رَجُلٍ آخَرَ هُوَ أَفْضَلُ فِي نَفْسِي مِنْ عَبْدِ الرَّحْمَنِ عَنْ أَبِي بَكْرَةَ قَالَ خَطَبَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يَوْمَ النَّحْرِ فَقَالَ لِيُبَلِّغُ الشَّاهِدُ الْغَائِبَ فَإِنَّهُ رُبَّ مُبَلَّغ يَبْلُغُهُ أَوْعَى لَهُ مِنْ سَامِعِ


Telah menceritakan kepada kami Muhammad bin Basysyar berkata, telah menceritakan kepada kami Yahya bin Sa'id Al Qaththan ia mendiktekannya kepada kami; telah menceritakan kepada kami Qurrah bin Khalid berkata, telah menceritakan kepada kami Muhammad bin Sirin dari Abdurrahman bin Abu Bakrah Bapaknya dan dari seorang laki-laki lain dan ia lebih baik dari Abdurrahman- dari Abu Bakrah ia berkata, Rasulullah berkhotbah pada hari Nahar (Iduladha), beliau bersabda, "Hendaklah yang hadir memberitahukan kepada yang tidak hadir. Sesungguhnya berapa banyak orang yang disampaikan kepadanya (hadits) lebih faham daripada yang mendengar (langsung)."

Takhrij Hadis:

  1. Abi Dawud ,dalam Sunan al-Tirmidzī,Kitāb: al-‘Ilm,Bāb: Mā Jā’a fī al-Ḥath ‘alā Tablīgh al-Ḥadīth,Juz: 5,Halaman: 38,No. Hadis: 2658.
  2.  Abi Dawud ,Sunan Abī Dāwūd, Kitāb: al-Manāsik,Bāb: Khutbah Nabi pada Hari Nahr Juz: 3 Halaman: 327,No. Hadis: 1905
  3. imam ahmad ,Musnad Aḥmad bin Ḥanbal, Kitāb: Musnad Abī Bakrah raḍiyallāhu ‘anhu, Juz: 5, Halaman: 43,No. Hadis: 20415.
  4. ibn majah ,dalam Sunan Ibn Mājah, Kitāb: al-Manāsik,  Bāb: Khutbah Nabi pada Hari Nahr,No. Hadis: 3057

Kandungan Hadis:

  1. Perintah untuk menyampaikan ilmu: Nabi memerintahkan agar orang yang hadir menyampaikan apa yang mereka dengar kepada yang tidak hadir. Ini menunjukkan pentingnya penyebaran ilmu dan informasi yang benar dalam Islam.
  2. Keutamaan penyampaian ilmu: Hadis ini menegaskan bahwa orang yang menerima ilmu bisa jadi lebih memahami dan menghayati daripada orang yang mendengarnya langsung. Ini menunjukkan bahwa ilmu bisa berkembang dan diperdalam melalui penyampaian.
  3. Tanggung jawab kolektif: Hadis ini mengajarkan bahwa menyampaikan ilmu bukan hanya tugas ulama, tetapi juga tanggung jawab setiap Muslim yang menerima ilmu.
  4.  Landasan dakwah dan sanad: Hadis ini menjadi dasar penting dalam ilmu hadis dan dakwah, karena mendorong penyampaian yang amanah dari satu generasi ke generasi berikutnya.
  5. Pentingnya kehadiran dan perhatian dalam majelis ilmu: Orang yang hadir dalam majelis ilmu memiliki tanggung jawab lebih untuk menyampaikan kepada yang tidak hadir, sehingga ilmu tidak berhenti pada satu titik.

0 komentar:

Posting Komentar

Contact

Motivasi Belajar

Menuntut ilmu adalah ibadah yang memuliakan seorang hamba; setiap usaha kecil dalam belajar adalah cahaya yang Allah jadikan sebagai jalan menuju kebaikan. Niatkan belajar karena-Nya, bersabar dalam proses, dan yakinlah bahwa Allah selalu bersama hamba yang bersungguh-sungguh sehingga ilmu yang dicari akan menjadi cahaya yang menerangi hidup.

Alamat:

JI, Aruji Kartawinata, Kp. Ciawitali, Tarogong Kidul Garut, Kab. Garut, Kode Pos, 44151.

Jam Buka:

Senin-Sabtu

No WhatsApp:

595 12 34 567

Cari Blog Ini

Diberdayakan oleh Blogger.